Foto/IstimewaOnegainews.com – Tokyo, Perjalanan hidup Ian, seorang WNI di Jepang, tidak berjalan mudah. Datang ke Jepang karena menikah dengan warga lokal yang ia temui di Bali, Ian sempat berharap kehidupan baru yang lebih baik. Namun kenyataannya jauh dari bayangan.
Dengan kemampuan bahasa Jepang yang terbatas dan minim pengalaman kerja, ia harus menjalani pekerjaan berat di proyek lapangan atau genba. Tekanan fisik dan mental membuatnya hampir menyerah.
“Kerjanya berat, saya tidak kuat. Sempat stres dan ingin pulang,” ujarnya.
Kesulitan tidak hanya datang dari pekerjaan. Ian juga mengalami rindu kampung halaman, terutama soal makanan. Lidah yang belum terbiasa dengan makanan Jepang membuat hari-harinya semakin berat.
Titik balik terjadi saat ia bertemu sesama orang Indonesia dan mendapat pekerjaan di pabrik plastik di Yokohama. Lingkungan kerja yang lebih nyaman dan adanya teman senegara membuat semangatnya kembali.
Dari pengalaman itu, muncul ide untuk membuka usaha kuliner Indonesia. Ian kemudian mendirikan Garuda Cafe di Tokyo, restoran yang menyajikan berbagai makanan khas Nusantara.
Restoran ini tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga tempat berkumpul komunitas Indonesia, lengkap dengan suasana santai dan hiburan seperti karaoke.
Meski menghadapi tantangan besar seperti biaya sewa yang tinggi dan persaingan bisnis di Tokyo, Ian tetap optimistis. Ia juga melihat kondisi saat ini lebih baik dibanding saat pertama datang ke Jepang, terutama karena bahan makanan Indonesia kini lebih mudah ditemukan.
Menariknya, Garuda Cafe tidak hanya diminati oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga pelanggan asal Jepang yang tertarik dengan cita rasa dan suasananya.
Bagi Ian, usaha ini bukan sekedar bisnis, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan bagi para perantau Indonesia di Jepang. Ia pun berharap semakin banyak usaha kuliner Indonesia yang berkembang dan saling mendukung di negeri orang.
Tidak ada komentar